AT BAK
adalah pioneer probiotik yang mengandung mikroba aerotolerant (anaerob fakultatif aktif) bermutu tinggi.

AT BAK mengandung mikroba aerotolerant (anaerob fakultatif aktif) bermutu tinggi dengan jenis :
1.Lactobacillus plantarum
2.Lactobacillus fermentum
3.Bacillus subtilis dan
4.Pseudomonas putida
Mengapa AT BAK penting untuk digunakan?
AT BAK secara sinergis berguna untuk melawan vibrio karena dapat menghasilkan hidrogen peroksida sistemik (bersifat antagonis vibrio) dan merupakan probiotik yang tepat untuk mendukung budidaya udang secara mezoheterotrof system (semi flock system) tanpa menambah beban BOD (kebutuhan oksigen)
Bakteri apa yang terkandung di dalam AT BAK

Fungsi Lactobacillus Plantarum dalam sistim budidaya udang adalah mendegradasi bahan organik berkarbohidrat dan berprotein menjadi sumber carbon (energi) dan asam amino bagi selnya dan akan membentuk H2O2 (hidrogen peroksida) sistemik yang bersifat mengeliminir vibrio (vibrio bersifat anaerob fakultatif) dan dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pathogen
Lactobacillus fermentum adalah bakteri yang secara sinergis berperan dalam mendukung kehidupan Lactobacillus Plantarum serta berkontribusi dalam kesehatan saluran cerna udang dalam menghambat pertumbuhan bakteri pathogen.
Bacillus subtilis merupakan bakteri probiotik yang dipergunakan secara luas dalam industri, memiliki sifat yang tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim, dapat meningkatkan daya imunitas pada ikan dan udang, serta bersifat aerob obligat.
Pseudomonas putida adalah bakteri yang memiliki kemampuan sebagai bioremediation yaitu mampu mendegradasi minyak/lemak dan pelatur organik seperti toluene sehingga banyak diaplikasikan dalam bidang bioteknologi dan agrikultur serta genetif engineering.
Bagaimana sifat aerotoleran bakteri dalam AT BAK ?
Bakteri dalam AT BAK merupakan bakteri yang bersifat aerotoleran, probiotik, dan tahan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim. Sifat aerotoleran ini sangat penting karena bakteri tersebut dapat hidup di dalam seluruh lingkup media hidup udang.
Untuk mengetahui bakteri aerob dan anaerob kita dapat mengidentifikasinya dengan menumbuhkan bakteri pada media liquid.

Keterangan gambar :
1.Bakteri aerob obligat menempati bagian atas tes tube untuk memperoleh oksigen.
2.Bakteri anaerob obligat menempati bagian bawah tube untuk menghindari oksigen.
3.Bakteri fakultatif lebih memilih menempati bagian atas tetapi tetap dapat hidup dalam keadaan minim oksigen.
4.Bakteri mikriaeropil menempati bagian atas tube, mereka dapat hidup dalam kondisi rendah oksigen.
5.Bakteri aerotoleran (anaerob fakultatif) AT BAK menempati seluruh daerah tube karena keberadaannya tidak dipengaruhi oleh adanya oksigen
Hasil uji kerapatan bakteri menunjukkan jumlah: 7,8 x 1011 cfu/ml (per April 2019)
Bagaimana Cara Penggunaan AT BAK?
- Cara kultur AT BAK adalah dengan mencampurkan 1 liter AT BAK, molase 3 liter dan 46 liter air kolam, kemudian diperam selama 2 hari (48 jam) dengan kondisi tertutup dan ruang oksigen seminimalkan mungkin
- Dosis penebaran
- Persiapan :
tebar peraman AT BAK 20 ppm selama 7 hari berturut-turut. - Masa budidaya:
dosis penebaran hasil peraman 10 ppm setiap 2 hari sekali
- Persiapan :
Penebaran AT BAK dilakukan sepanjang aliran arus dan di tengah petakan tempat central drain atau tempat terkumpulnya bahan organik.
- Bahan organik yang mengandung bakteri aktif
- AT BAK jika dicampurkan pakan udang akan menjadi sumber Lipopolysakarida dan dapat berfungsi sebagai immuno stimulan spesifik udang
- Telah di uji pada system budidaya udang intensif di lapangan
- Simpan di tempat yang sejuk